Kebahagiaan, Bisakah Dibeli? | Sehat Untuk Semua

Bila kita perhatikan isi media, berapa persenah yang berisi iklan? Meski tak menghitungnya, saya yakin angka 30-40% merupakan tebakan yang mungkin tepat. Ya, kita hidup ditengah iklan. Berbagai penawaran dan gaya hidup kita lihat setiap hari. Kadang hal ini membuat angan cukup meninggi, kapan punya rumah bagus, mobil baru, kulit putih dan tamasya? Tapi diluar itu kita sering dihadapkan pada masalah klasik : gaji yang tak pernah cukup, terjebak macet di jalan, urusan rumah tangga yang tak ada habisnya, permasalahan di tempat kerja, tumpukan surat tagihan yang menggunung. Namun jika semua permasalahan tersebut diatasi dan bahkan punya uang lebih, apakah kebahagiaan segera datang?

Unsur-unsur kebahagiaan

Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh profesor psikologi Danile Gilbert dari Universitas Harvard, warga Amerika Serikat yang berpeng-hasilan US$50.000 setahun jauh lebih bahagia daripada mereka yang berpenghasilan $10.000. Namun, warga AS yang berpenghasilan US$5 juta setahun tidak lantas lebih bahagia daripada mereka yang berpenghasilan US$100.000.

Mau tak mau harus diakui, tanpa uang hidup kita susah, jadinya tidak bahagia. Namun, ternyata makin kaya belum tentu makin bahagia. Setiap orang memiliki definisi bahagia ma-sing-masing. Bahagia untuk satu orang tidak berarti bahagia untuk orang lain, begitu pun sebaliknya. Ada yang berpendapat mengatakan definisi bahagia adalah: Memiliki rumah bagus, mobil mewah, istri cantik, dan anak-anak yang lucu. Lalu, bagaimana bila tak mendapati hal yang diinginkan di atas, apakah berarti orang ini menjadi tidak bahagia. Ada sebagian lain yang menyatakan definisi bahagia adalah hidup tenteram, tidak punya banyak masalah, bebas utang, tenang, nyaman, damai, dan sejahtera.

Dengan semua definisi dalam pikiran, mari kita mengajukan pertanyaan dapatkah uang membeli kebahagiaan dalam bentuk: kesehatan, kemakmuran, keamanan, persahabatan, dan iman.

Kesehatan tidak bisa dibeli, tetapi Anda dapat mengambil tindakan untuk mencapai kesehatan yang lebih baik. Jika kita memutuskan mema-kan makanan yang bergizi, perawatan kesehatan saat sakit serta memiliki kondisi hidup yang baik yang kondusif untuk kesehatan yang baik.

Kemakmuran, itu lebih merupakan hasil dari memiliki uang, bukan menghabiskannya. Investasi dapat dibuat untuk membuat diri Anda lebih makmur, tetapi kemakmuran tidak bisa dibeli. Anda menciptakan kemakmuran melalui investasi yang bijaksana dari sumber daya Anda, yaitu uang menjadi salah satu sumber dayanya.

Keamanan, Anda menciptakan rasa ke-aman-an Anda sendiri dengan memiliki menyisih-kan uang untuk keadaan darurat, membeli asu-ransi jiwa, asuransi kesehatan, dan asuransi yang menanggung kerugian harta benda. Sehingga apa- pun risiko keuangan yang menimpa, Anda siap siaga.

Persahabatan, semua keinginan yang berbentuk materi dapat Anda beli jika Anda punya uang melimpah. Namun, tidak semua keinginan bisa dibeli dengan uang. Cobalah membayar orang lain untuk menghormati, mengagumi , menyayangi, dan mencintai Anda. Hubungan yang baik dengan sesama dimulai dari bagaimana Anda memperlakukan orang lain. Kepribadian yang baik tidak dapat dibeli dengan harga berapa pun. Hanya diri Anda sendirilah yang bisa mengusahakannya.

Iman, keimanan adalah meyakini bahwa Tuhan itu ada. Manusia amat sangat butuh percaya pada Tuhan, untuk memahami keberadaan dirinya serta fungsinya di dunia. Tanpa kepercayaan terhadap Tuhan, kehidupan di dunia akan kehilangan tujuan. Bagi kaum muslim, keimanan tersebut harus dibuktikan dengan mengikuti segala perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya seperti yang diwahyukan kepada Rasullullah SAW dan disampaikan melalui Alquran dan Hadist. Apakah keyakinan ini bisa dibeli dengan uang? Tentu saja tidak. Andalah yang memutuskan apa-kah akan percaya kepada Tuhan atau tidak dan dengan cara bagaimana.

Pandangan tentang diri sendiri

Tampaknya unsur-unsur inti dari kebahagiaan tidak semua dapat dibeli harus dicapai dengan inisiatif Anda. Uang bisa menjadi sumber daya penting yang digunakan untuk mendukung pencapaian beberapa unsur kebahagiaan tersebut.

Namun, inisiatif Andalah yang membuat semuanya terjadi. Kesehatan, kesejahteraan, keamanan, persahabatan dan iman, dicapai melalui tindakan-tindakan Anda, dan ini merupakan ma-yo-ritas dari unsur-unsur yang mendefinisikan kebahagiaan.

Materi bisa dibeli, dan itu hanya sebagian kecil dari apa yang membuat kita memiliki rasa kepuasan. Jadi, jika kita mencoba untuk membeli kebahagiaan melalui hal-hal material, kita akan menjadi gudang tempat penyimpanan barang-barang yang segera pudar kemilaunya karena tergores, penyok, ketinggalan zaman, dan turun terus nilainya.

Jadi, kebahagiaan kita sebagian besar didasarkan pada pandangan kita tentang diri kita sendiri, siapa kita dan apa yang sudah kita laku-kan dengan hidup kita. Itulah yang akan benar- benar bertahan setelah kita kehilangan minat pada tempat kita berada, apa yang kita miliki, bersama dengan siapa, atau berapa banyak uang yang kita miliki. Jelaslah bahwa ini-siatif kita menentukan tingkat kebahagiaan dalam hidup kita jauh lebih dari apa pun.

Membeli kebahagian

Salah satu masalah besar uang adalah materialisme yang diakibatkannya. Orang jadi nyaris percaya bahwa segala sesuatu bisa dibeli dengan uang. Bahkan mendorong Anda memban-ding–kan diri Anda dengan orang lain. Kecuali Anda Bill Gates, Anda tidak akan pernah menang! Berikut ini contoh penggunaan uang yang bisa membuat Anda lebih bahagia:

Pertama, investasi dalam persahabatan. Ternyata orang yang memiliki beberapa sahabat dekat (tidak termasuk anggota keluarga) memiliki kemungkinan lebih bahagia daripada mereka yang tidak.

Jadi investasikanlah waktu dan uang Anda untuk memelihara persahabatan. Cara yang paling umum adalah setahun sekali mentraktir teman saat ulang tahun Anda. Memberikan hadiah kecil dan ucapan saat teman ulang tahun juga tidak hanya membuat teman Anda bahagia, juga Anda.

Kedua, investasi dalam pengalaman. Mendapatkan pengalaman hidup akan membuat Anda lebih bahagia daripada mengejar harta benda. Daripada menumpuk baju-baju baru, mengapa tidak menabung untuk liburan panjang ke berbagai daerah yang belum pernah Anda kunjungi dan dapatkan pengalaman tak terlupakan yang patut dikenang.

Investasi dalam waktu. Orang-orang cenderung lebih bahagia ketika mereka memiliki lebih banyak waktu untuk tidur, meditasi, olahraga dan bersenang-senang. Orang akan cenderung kurang bahagia ketika harus terus menerus berhadapan dengan rutinitas harian.

Berbahagialah anda, yang tqak mendewakan materi….