Krim Pemutih untuk Wajahku | Sehat Untuk Semua

Siapa sih perempuan yang tak ingin terlihat cantik? Karena itulah, etalase perempuan, yaitu wajah merupakan bagian tubuh yang paling sering diperhatikan. Sebab sebagian besar orang menilai kecantikan perempuan dari wajahnya. Makanya jadi wajar bila seorang perempuan banyak menghabiskan waktu untuk perawatan wajah. Wajah yang bersih, putih, mulus, kenceng halus menjadi dambaan. Iya kan?

Namun banyaknya aktivitas, terutama diluar ruangan berpengaruh besar pada penampilan. Sinar matahari, terutama saat panas terik, banyak menyimpan potensi merusak yang cukup besar. Hal ini ditambah dengan kerusakan lingkungan dan polusi. Semakin lengkaplah perusak-perusak kesehatan, termasuk kulit wajah. Tak percaya? Cobalah berterik-terik matahari selama seminggu saja. Pasti penampilan akan semakin “gelap”.

Salah satu masalah yang sering menimpa wajah adalah melasma, yaitu timbulnya bercak gelap di dahi, hidung, pipi dan atas bibir. Penampilan jadi sangat terganggu. Melasma merupakan penyakit pigmen kulit. Jadi hanay ras kulit berwarna saja yang mengalaminya. Jika ras kulit hitam, mungkin tak terganggu dengan melasma, sebab sudah item dari sononya…. namun bagaimana dengan kulit kita, orang Indonesia yang eksotik. Meski tak terlalu putih, melasma tetap tampak jelas di kulit orang Indonesia.Penyebab melasma belum diketahui dengan pasti. Faktor genetik (keturunan) diduga berperan besar. Melasma hanya diderita oleh ras kulit berwarna. Gangguan hormonal juga berpengaruh, terutama pada kehamilan. Penggunaan kontrasepsi hormonal, seperti pil KB, KB suntik dan susuk KB, dapat menjadi pemicu. Namun terapi penggantian hormon tak berpengaruh. Kehamilan juga dapat memicu melasma. Namun melasma ini, yang disebut kloasma, akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan. Lingkungan, terutama sering terkena sinar ultra violet dari matahari menjadi faktor pemicu sintesis pigmen kulit dan menyebabkan kulit menjadi lebih gelap. Iritasi kulit dapat memperburuk keadaan karena meningkatkan pigmentasi.

Sampai saat ini melasma tidak dapat disembuhkan. Namun bukan berarti tak ada yang bisa dilakukan. Bila penyebab melasma adalah kehamilan, maka hal ini akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan. Mengurangi paparan sinar matahari harus dilakukan. Penggunaan tabir surya (sun screen) dapat mengurangi pengaruh buruk sinar UV matahari. Tabir surya berspektrum luas, seperti krim atau lotion titanium oksida (Parasol, Pabanox), sangat disarankan untuk digunakan setiap hari, terutama saat melakukan aktivitas di luar rumah. Sediaan yang mengandung SPF 30 juga mampu melindungi kulit dengan baik.

Selain penggunaan sun screen, kulit yang menjadi gelap juga dapat dicerahkan kembali. Dalam hal ini, bleaching cream, merupakan pilihan yang paling populer. Krim pemutih yang baik adalah krim yang tidak merusak melanosit, namun hanya mengurangi aktivitasnya dalam memproduksi pigmen. Apabila krim yang digunakan merusak melanosit, mungkin dalam jangka pendek, kulit segera terlihat putih. Namun bukan tidak mungkin dalam jangka panjang akan timbul akibat buruk.

Melanox, Eldopaque, Bioquin merupakan pemutih kulit yang luas digunakan. Untuk memperoleh hasil yang optimal, krim pemutih digunakan bersama dengan tabir surya. Krim Pemutih sering dikombinasikan dengan fluocinolone dan tretinoin. Kombinasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan efek pemutihan kulit. Namun, kulit akan menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jadi jika tidak dibarengi dengan penggunaan tabir surya, maka kulit wajah akan seperti cuaca pancaroba, sebentar gelap, sebentar cerah. Peeling kimiawi, facial, mikrodermabasi dan bedah laser dapat juga dilakukan untuk mengurangi melasma. Namun hasil yang didapat tidak konsisten, Artinya tiap orang memperoleh hasil yang berbeda-beda. Tetapi yang terpenting adalah, hindari zat yang mengiritasi kulit, gunakan tabir surya dan bila perlu, gunakan krim pemutih.